Penerapan Kesepakatan Takdir Skenario Program Rancangan Permainan Diri & Kehidupan Spesies Atau Umat Manusia Di Alam Semesta Jagad Raya

Standard

Sebagai manusia sebagai khalifah (pewaris, pemilik, penguasa, pengatur & pengendali) atas diri kita sendiri dan atas alam semesta jagad raya ini, kita berhak menentukan gerak langkah diri beserta kehidupan kita yang terasa nikmat saat ini juga ke depan di muka bumi ini.

Alam semesta jagad raya selaku yang diwarisi, dimiliki, dikuasai, diatur dan dikendalikan oleh kita, berkewajiban untuk menganugerahkan gerak langkah otomatis yang ternikmat kepada kita pada setiap gerakan serta langkah yang bergerak serta melangkah setelah kita menentukan gerak langkah diri beserta kehidupan kita pada setiap momen.

Gambaran Bumi Dunia Alam Semesta Jagad Raya

Inilah KESEPAKATAN HUKUM KEPEMILIKAN, KEMANUSIAAN, KESEMESTAAN & KENIKMATAN yang dahulu kala di masa lampau disepakati bersama oleh:

SUMBER & INTI SELURUH DIRI DAN KEHIDUPAN MAHKLUK HIDUP DI ALAM SEMESTA JAGAD RAYA.

SPESIES ATAU UMAT MANUSIA.

ALAM SEMESTA JAGAD RAYA.

Gambaran Hamparan Permukaan Bumi Dunia Alam Semesta Jagad Raya

Mulailah untuk menyadari dan menerapkan jati diri sejati kita semua sebagai manusia bukan sekedar memahami ataupun meyakininya apalagi meragukannya!

Berabad-abad spesies atau umat manusia telah dijadikan lupa atas kesepakatan itu sehingga telah terjadi keterbalikannya yaitu seakan alam semesta jagad rayalah yang memiliki, menguasai, mengatur dan mengendalikan diri juga kehidupan manusia sehingga seakan manusia adalah hamba atas sang sumber sekaligus inti seluruhnya sehingga manusia mengalami berbagai macam kesialan hidup yang berujung dengan kematian raga meskipun rohnya ujung-ujungnya terlahir kembali lagi menjadi manusia di muka bumi setelah mengalami setiap kematian karena kepercayaan ataupun keyakinan yang berkembang selama itu yaitu mereka pasti mati untuk menemui sang sumber sekaligus inti seluruhnya tersebut karena gagal tafsirnya mereka dengan siloka-siloka atau perumpamaan-perumpamaan yang selama itu mereka terima dari beragam ajaran budaya spiritual juga beragam ajaran spiritualitas agama yang mereka anut masing-masing. Continue reading