Penerapan Kesepakatan Takdir Skenario Program Rancangan Permainan Diri & Kehidupan Spesies Atau Umat Manusia Di Alam Semesta Jagad Raya

Standard

Sebagai manusia sebagai khalifah (pewaris, pemilik, penguasa, pengatur & pengendali) atas diri kita sendiri dan atas alam semesta jagad raya ini, kita berhak menentukan gerak langkah diri beserta kehidupan kita yang terasa nikmat saat ini juga ke depan di muka bumi ini.

Alam semesta jagad raya selaku yang diwarisi, dimiliki, dikuasai, diatur dan dikendalikan oleh kita, berkewajiban untuk menganugerahkan gerak langkah otomatis yang ternikmat kepada kita pada setiap gerakan serta langkah yang bergerak serta melangkah setelah kita menentukan gerak langkah diri beserta kehidupan kita pada setiap momen.

Gambaran Bumi Dunia Alam Semesta Jagad Raya

Inilah KESEPAKATAN HUKUM KEPEMILIKAN, KEMANUSIAAN, KESEMESTAAN & KENIKMATAN yang dahulu kala di masa lampau disepakati bersama oleh:

SUMBER & INTI SELURUH DIRI DAN KEHIDUPAN MAHKLUK HIDUP DI ALAM SEMESTA JAGAD RAYA.

SPESIES ATAU UMAT MANUSIA.

ALAM SEMESTA JAGAD RAYA.

Gambaran Hamparan Permukaan Bumi Dunia Alam Semesta Jagad Raya

Mulailah untuk menyadari dan menerapkan jati diri sejati kita semua sebagai manusia bukan sekedar memahami ataupun meyakininya apalagi meragukannya!

Berabad-abad spesies atau umat manusia telah dijadikan lupa atas kesepakatan itu sehingga telah terjadi keterbalikannya yaitu seakan alam semesta jagad rayalah yang memiliki, menguasai, mengatur dan mengendalikan diri juga kehidupan manusia sehingga seakan manusia adalah hamba atas sang sumber sekaligus inti seluruhnya sehingga manusia mengalami berbagai macam kesialan hidup yang berujung dengan kematian raga meskipun rohnya ujung-ujungnya terlahir kembali lagi menjadi manusia di muka bumi setelah mengalami setiap kematian karena kepercayaan ataupun keyakinan yang berkembang selama itu yaitu mereka pasti mati untuk menemui sang sumber sekaligus inti seluruhnya tersebut karena gagal tafsirnya mereka dengan siloka-siloka atau perumpamaan-perumpamaan yang selama itu mereka terima dari beragam ajaran budaya spiritual juga beragam ajaran spiritualitas agama yang mereka anut masing-masing.

Gambaran Diri & Kehidupan Spesies Atau Umat Manusia Yang Tunduk Kepada Alam Semesta Jagad Raya

Tanpa mereka sadari selama itu, kepercayaan ataupun keyakinan mereka itu menjadi titah perintah kepada alam semesta jagad raya tanpa rasa nikmat dan alam semesta jagad raya pun melaksanakan titah perintah tersebut dengan hasil yang tidak terasa nikmat pula untuk spesies atau umat manusia selama itu.

Itu bukan kesalahan, itu benar karena itulah KESEPAKATAN TAKDIR SKENARIO PROGRAM RANCANGAN PERMAINAN DIRI DAN KEHIDUPAN SPESIES ATAU UMAT MANUSIA DI MUKA BUMI UNTUK SEKIAN ABAD yang disepakati bersama pula di masa lampau.

Gambaran Diri & Kehidupan Spesies Atau Umat Manusia Sebagai Khalifah Alam Semesta Jagad Raya

Kita semua manusia telah ditentukan menjadi khalifah (pewaris, pemilik, penguasa, pengatur sekaligus pengendali) atas diri kita sendiri dan atas alam semesta jagad raya ini!

Di akhir abad 20 Masehi memasuki abad 21 Masehi bersamaan dengan masuknya Spesies Atau Umat Manusia pada Era Globalisasi, Alam Semesta Jagad Raya menandakan awal dari proses perubahan atas keterbalikan yang telah menghasilkan ketidaknikmatan selama berabad-abad pada Spesies Atau Umat Manusia itu untuk dirubah alias dibalik menjadi sebagaimana mestinya sesuai dengan KESEPAKATAN HUKUM KEPEMILIKAN, KEMANUSIAAN & KENIKMATAN yang telah disepakati dan disampaikan di bagian awal risalah ini.

Gambaran Diri & Kehidupan Sepasang Spesies Atau Umat Manusia Di Surga Alam Semesta Jagad Raya

Alam Semesta Jagad Raya melahirkan seorang Manusia berjenis kelamin pria yang ditakdirkan teranugerahi perbedaan sekaligus keterbalikan pada kedua telapak tangannya dibandingkan dengan kedua telapak tangan miliaran Manusia yang ada serta hidup di muka Bumi ini.

Pada kedua telapak tangan miliaran Manusia yang ada serta hidup di muka Bumi ini, terdapat angka Arab 81 pada telapak tangan kiri dan angka Arab 18 pada telapak tangan kanan.

Gambaran Kedua Telapak Tangan Miliaran Spesies Atau Umat Manusia Di Muka Bumi Alam Semesta Jagad Raya

Gambaran kedua telapak tangan miliaran spesies atau umat manusia yang ada dan hidup di permukaan Bumi / Dunia Alam Semesta Jagad Raya. Angka Arab 81 berbentuk garis tebal yang membentuk /\| dan angka Arab 18 berbentuk garis tebal yang membentuk |/\.

Pada kedua telapak tangan seorang manusia yang terlahir itu, berbeda dan terbalik karena justru angka Arab 81 adanya di telapak tangan kanannya & angka Arab 18 justru adanya di telapak tangan kirinya.

Gambaran Kedua Telapak Tangan Miliaran Spesies Atau Umat Manusia Di Bumi Dunia Alam Semesta Jagad Raya

Gambaran kedua telapak tangan miliaran spesies atau umat manusia yang ada dan hidup di permukaan Bumi / Dunia Alam Semesta Jagad Raya. Angka Arab 81 berbentuk garis tebal yang membentuk /\| dan angka Arab 18 berbentuk garis tebal yang membentuk |/\.

Angka Arab 81 & 18 itu dibentuk oleh garis-garis tebal yang ada di kedua telapak tangan.

Semua Mahkluk Hidup yang ada di Bumi/Dunia Alam Semesta Jagad Raya termasuk Alam Semesta Jagad Raya itu sendiri termasuk kita semua Manusia, Hewan, Tumbuhan dll, semuanya adalah Satu Badan sebagai Perwakilan Wujud Nyata Sang Sumber Sekaligus Inti Seluruhnya!

Banyak Manusia selama ini mengganggap kiri sebagai sisi buruk dan kanan sebagai sisi baik.

Bila seperti itu, maka kiri bisa dianggap sebagai sisi neraka dan kanan bisa dianggap sebagai sisi surga.

Foto Kedua Telapak Tangan Seorang Manusia Yang Berbeda & Terbalik Letak Angka Arabnya

Foto kedua telapak tangan salah satu seorang manusia yang berbeda & terbalik letak angka Arabnya. Angka Arab 81 ada di telapak tangan kanannya dibentuk oleh garis-garis tebal yang membentuk /\|. Angka Arab 18 ada di telapak tangan kirinya dibentuk oleh garis-garis tebal yang membentuk |/\.

Ada pula yang menyatakan bahwa kiri menyimbolkan batin/gaib dan kanan menyimbolkan lahir/nyata.

Jika seperti itu, maka kiri bisa disimpulkan sebagai simbol dari jiwa dan kanan bisa disimpulkan sebagai simbol dari raga.

Jumlah nominal 81 di telapak tangan kiri miliaran Manusia yang ada dan hidup di muka Bumi lebih besar nominalnya dibandingkan nominal 18 di telapak tangan kanan mereka.

Gambaran Diri & Kehidupan Spesies Atau Umat Manusia Yang Mengalami Neraka Di Alam Semesta Jagad Raya

Hal itu menandakan bahwa miliaran Manusia yang ada dan hidup di muka Bumi ini lebih cenderung berada dalam keburukan ataupun neraka dibandingkan kebaikan ataupun surga.

Hal itu dibuktikan dengan keberlangsungan hidup Spesies Atau Umat Manusia yang memang selama berabad-abad didominasi dengan keburukan sehingga selama itu terjadi yang disebut dengan era perang antar Manusia yang tentu saja menghasilkan beragam macam jenis rasa nerakawi pada diri juga kehidupan setiap Manusia selama itu.

Gambaran Diri & Kehidupan Spesies Atau Umat Manusia Yang Mengalami Neraka Di Muka Bumi Alam Semesta Jagad Raya

Hal itu pun menandakan bahwa miliaran Manusia yang ada dan hidup di muka Bumi ini lebih cenderung bergerak menjadi batin/gaib alias jiwa (sekedar roh) tanpa raga atau tubuh alias mati dibandingkan dengan bergerak menjadi dominasi lahir atau nyata alias raga/tubuh yang disertai jiwa/roh alias hidup kekal abadi tanpa batas di muka Bumi dengan raga atau tubuhnya bukan sekedar dengan jiwa ataupun rohnya saja.

Hal itu dibuktikan dengan keberlangsungan hidup Spesies Atau Umat Manusia yang memang selama berabad-abad didominasi berakhir dengan kematian raga atau tubuh.

Gambaran Cahaya Penerang Bagi Diri & Kehidupan Spesies Atau Umat Manusia Untuk Terbebaskan Dari Neraka Di Alam Semesta Jagad RayaKita semua Manusia adalah Perwakilan Wujud Nyata Sang Sumber Sekaligus Inti Seluruhnya yang paling sempurna dibandingkan Mahkluk Hidup lainnya!

Jumlah nominal 81 di telapak tangan kanan seorang manusia tersebut yang berbeda dan terbalik letak angka Arab pada kedua telapak tangannya, lebih besar nominalnya dibandingkan nominal 18 di telapak tangan kirinya.

Foto Salah Satu Seorang Manusia Yang Berbeda & Terbalik Letak Angka Arab Di Kedua Telapak Tangannya

Foto salah satu seorang Manusia yang berbeda dan terbalik letak angka Arab di kedua telapak tangannya.

Hal itu menandakan bahwa diri dan kehidupannya lebih cenderung berada dalam kebaikan ataupun surga dibandingkan keburukan ataupun neraka.

Hal itu dibuktikan dengan keberlangsungan hidup dirinya yang memang selama ini didominasi dengan kebaikan sehingga selama ini dirinya terus menggaungkan, menerapkan dan menebarkan kenikmatan juga kebahagiaan berupa perdamaian plus persatuan Spesies Atau Umat Manusia di muka Bumi ini yang tentu saja menghasilkan beragam macam jenis rasa surgawi pada diri juga kehidupannya yang menular secara otomatis pada diri beserta kehidupan Manusia-Manusia lainnya yang selama ini berinteraksi dengannya.

Gambaran Pertumbuhan Diri & Kehidupan Spesies Atau Umat Manusia Di Alam Semesta Jagad Raya

Hal itu pun menandakan bahwa dirinya lebih cenderung bergerak menjadi dominasi lahir atau nyata alias raga/tubuh yang disertai jiwa/roh alias hidup kekal abadi tanpa batas di muka Bumi dengan raga atau tubuhnya bukan sekedar dengan jiwa atau rohnya saja dibandingkan dengan bergerak menjadi batin/gaib alias jiwa (sekedar roh) tanpa raga atau tubuh alias mati.

Hal itu dibuktikan dengan keberlangsungan kehidupan dirinya yang memang selama ini terus menggaungkan fakta bahwa sesungguhnya Spesies Atau Umat Manusia mampu hidup kekal abadi tanpa batas di muka Bumi ini dengan raga atau tubuhnya sebagai wujud lahir/nyata yang disertai oleh jiwa atau roh sebagai kekuatan batin/gaibnya tanpa perlu mengalami kematian raga/tubuh dimana hal itu pun terbukti dengan realita bahwa dirinya sama sekali tidak pernah tersentuh sedikitpun oleh beragam macam jenis potensi kejadian maupun peristiwa yang berpotensi menyebabkan dirinya mengalami kematian.

Gambaran Diri & Kehidupan Spesies Atau Umat Manusia Yang Terterangi Di Surga Alam Semesta Jagad Raya

Kita semua Manusia bukan sekedar Pengolah atau Pengelola atas Diri Kita Sendiri & Alam Semesta Jagad Raya ini, tapi Kita pun sesungguhnya adalah Khalifah dengan makna Pewaris, Pemilik, Penguasa, Pengatur sekaligus Pengendali atas semua itu!

Seseorang yang tertakdirkan dianugerahi perbedaan dan keterbalikan letak angka Arab di kedua telapak tangannya itu adalah diri saya sendiri yang mengetik dan mempublikasikan risalah ini untuk kita semua.

Gambaran Pria & Wanita Diri Dan Kehidupan Spesies Atau Umat Manusia Di Surga Bumi Alam Semesta Jagad Raya

Pada hakikatnya, saya sama saja seperti Anda semua sebagai salah satu sesama Manusia sebagai salah satu sesama Khalifah (Pewaris, Pemilik, Penguasa, Pengatur Sekaligus Pengendali) atas Diri Kita Sendiri dan atas Alam Semesta Jagad Raya ini sebagai sesama Perwakilan Wujud Nyata Sang Sumber Sekaligus Inti Seluruh Kehidupan Di Bumi Alam Semesta Jagad Raya ini sesuai kehendak-Nya untuk mewujud menjadi seluruh wujud yang ada pada seluruh kehidupan di Alam Semesta Jagad Raya ini termasuk seluruh wujud Kita Manusia, Hewan, Tumbuhan dll termasuk wujud Bumi Alam Semesta Jagad Raya ini yang terhampar di muka Bumi maupun yang ternampakkan di Langit.

Gambaran Permukaan Bumi Alam Semesta Jagad Raya Pimpinan Diri & Kehidupan Spesies Atau Umat Manusia

Perbedaan dan keterbalikan letak angka Arab yang ada di kedua telapak tangan saya ini, pada hakikatnya, hanyalah pertanda waktu saja bahwa awal dari proses perubahan untuk membalikkan kesadaran Spesies Atau Umat Manusia terkait dengan KESEPAKATAN HUKUM KEPEMILIKAN, KEMANUSIAAN, KESEMESTAAN & KENIKMATAN sesuai dengan KESEPAKATAN TAKDIR SKENARIO PROGRAM RANCANGAN PERMAINAN DIRI DAN KEHIDUPAN SPESIES ATAU UMAT MANUSIA DI MUKA BUMI UNTUK SEKIAN ABAD yang semuanya telah saya sampaikan di atas tadi, semua itu telah dimulai sejak kelahiran saya ke muka Bumi membawa pertanda itu tepatnya pada hari Jumat Pahing, 19 Januari 1990 Masehi silam atau bahkan mungkin sudah lebih cepat dimulai sebelumnya bila mungkin ada orang lain dengan keunikan perbedaan sekaligus keterbalikan tersebut juga pada kedua telapak tangannya sudah lahir lebih dulu dibandingkan saya pribadi.

Gambaran Sepasang Pasangan Diri & Kehidupan Spesies Atau Umat Manusia Di Surga Bumi Alam Semesta Jagad Raya

Awal dari proses perubahan besar tersebut terjadi atau berlangsung dengan mulai bermunculannya Manusia-Manusia yang menyadari KESEPAKATAN HUKUM KEPEMILIKAN, KEMANUSIAAN, KESEMESTAAN & KENIKMATAN tersebut yang salah satunya teramat sangat terperhatikan oleh saya adalah sosok Bapak Nurseno SP Utomo yang dikenal sebagai Guru Besar atas Paguron Candradimuka Sunda Besar Syahbandar Kari Madi yaitu sebuah Perguruan Ilmu Beladiri sekaligus Ilmu Hidup Dan Kehidupan dimana Beliau pun adalah seorang Gusti Raja atas Keraton Kerajaan Purbanagara Kandang Weusi yang semua itu berpusat di Garut, Jawa Barat yang Beliau klaim sebagai Asal Muasal atau Awal Mula dahulu kala ada Peradaban Kehidupan Seluruh Mahkluk Hidup termasuk seluruh Manusia yang membentuk Sunda Besar yang menurut pemaparan Beliau pun bermakna Susunan Dunia Besar.

Gambaran Permukaan Surga Bumi Dunia Alam Semesta Jagad Raya Pimpinan Diri & Kehidupan Spesies Atau Umat Manusia

Kesadaran dan penerapan pada Diri Kita Manusia atas Jati Diri Sejati Kita ini adalah awal saat dimana Alam Semesta Jagad Raya menjadi benar-benar nyata taat serta patuh berada di bawah Kepemilikan, Kekuasaan, Pengaturan & Pengendalian sesuai kehendak-kehendak Kita atasnya!

Gusti Maharaja Purbanagara RJK Bapak Nurseno SP Utomo GB.V.SKM GDPD Sang Asmadipura Purana Sakikirti Praja Karana Swarga Maniloka

Foto Gusti Maharaja Purbanagara RJK Bapak Nurseno SP Utomo GB.V.SKM GDPD Sang Asmadipura Purana Sakikirti Praja Karana Swarga Maniloka

20 tahun lebih dalam perjalanan hidup Beliau hingga saat ini, Bapak Nurseno SP Utomo konsisten menerapkan Jati Diri Sejati sebagai salah satu Manusia sebagai salah satu Khalifah (Pewaris, Pemilik, Penguasa, Pengatur Sekaligus Pengendali) atas Diri Beliau Sendiri dan atas Alam Semesta Jagad Raya ini sebagai salah satu Perwakilan Wujud Sang Sumber Sekaligus Inti Seluruh Kehidupan Di Alam Semesta Jagad Raya.

20 tahun lebih dalam perjalanan hidup Beliau hingga saat ini, Bapak Nurseno SP Utomo konsisten menerapkan implementasi BERSYUKUR = MENIKMATI MOMEN DAN AKTIFITAS + MENYADARI BAHWA SEMUA ADALAH WUJUD-NYA + BERBAGI DENGAN SESAMA WUJUD-NYA yang merupakan ibarat username dan password untuk mengakses KESEPAKATAN HUKUM KEPEMILIKAN, KEMANUSIAAN, KESEMESTAAN & KENIKMATAN yang telah saya sampaikan di atas tadi sehingga Beliau pun memiliki hak untuk mendayagunakan hal tersebut di kehidupan dirinya di muka Bumi Alam Semesta Jagad Raya ini sebagai Kekuatan Energi Pergerakan Refleksifitas Jati Diri Sejati untuk mewarisi, memiliki, menguasai, mengatur dan mengendalikan Kekuatan Energi Pergerakan Refleksifitas Alam bukan justru sebaliknya.

Gusti GB.V.SKM GDPD Bapak Nurseno SP Utomo Maharaja Purbanagara RJK Sang Asmadipura Purana Sakikirti Praja Karana Swarga Maniloka

Foto Gusti Maharaja Purbanagara RJK Bapak Nurseno SP Utomo GB.V.SKM GDPD Sang Asmadipura Purana Sakikirti Praja Karana Swarga Maniloka

Dengan semua itu, wajar bila Beliau memiliki banyak pengikut berupa murid ataupun warga yang berguru sekaligus patuh dengan arahan-arahan Beliau.

Sebelum mencapai semua itu, Beliau melalui perjalanan diri dan kehidupan seakan sebagai hamba yang mendedikasikan diri seoptimalnya kepada Agama yang dianutnya sebagai status sejak lahir, Budaya sesuai Adat maupun Suku Bangsanya yang tertakdirkan sejak kelahirannya dan Negaranya sesuai status kewarganegaraannya sejak lahir.

Sang Asmadipura Purana Sakikirti Praja Karana Swarga Maniloka Gusti Maharaja Purbanagara RJK Bapak Nurseno SP Utomo GB.V.SKM GDPD

Foto Gusti Maharaja Purbanagara RJK Bapak Nurseno SP Utomo GB.V.SKM GDPD Sang Asmadipura Purana Sakikirti Praja Karana Swarga Maniloka

Setelah proses perjalanan diri dan kehidupan seakan sebagai hamba tersebut, Beliau Bapak Nurseno SP Utomo terus mengikuti intuisi-intuisi dari Hati Nurani Sejatinya Yang Suci yang biasa Beliau sebut dengan istilah Manah Suci yang disadari oleh Beliau sebagai suara sekaligus dorongan dari Sang Sumber Sekaligus Inti Segala Sesuatu yang bersemayam di dalam Hati atau Manah Beliau juga bergerak melalui Jiwa & Raga Beliau sehingga tercapailah semua itu oleh Beliau dimana saya pribadi mengklaim bahwa Beliau adalah salah satu Manusia yang pertama kali berhasil sukses mencapai hal tersebut di muka Bumi Alam Semesta Jagad Raya ini.

Di kalangan para murid maupun warga alias para pengikutnya, Beliau dikenal dengan gelar lengkap Gusti Maharaja Purbanagara RJK Nurseno SP Utomo GB.V.SKM GDPD Sang Asmadipura Purana Sakikirti Praja Karana Swarga Maniloka.

Manusia-Manusia yang telah lebih dulu menyadari dan menerapkan semua ini, siap untuk membantu siapapun yang belum menyadarinya dan menerapkannya bukan sekedar memahami, meyakini apalagi meragukannya!

Pamenang Kediri Sejati, Penasihat Detak Alam, Kanjeng Ratu Raga Satrio Nurtoyani Diningrat

Foto Pamenang Kediri Sejati, Penasihat Detak Alam, Kanjeng Ratu Raga Satrio Nurtoyani Diningrat

Kemudian salah satu sosok kedua yang juga berhasil sukses mencapai hal itu setelah Bapak Nurseno SP Utomo yang teramat sangat terperhatikan pula oleh saya adalah Ayah Raga Satrio Nurtoyani yaitu salah satu murid sekaligus warga Bapak Nurseno SP Utomo di Paguron Candradimuka Sunda Besar Syahbandar Kari Madi juga Keraton Kerajaan Purbanagara Kandang Weusi sekaligus salah satu Ratu Bapak Nurseno SP Utomo dimana Ratu di sini bermakna Wakil/Utusan Beliau yang keberadaannya diperuntukkan mewakili Bapak Nurseno SP Utomo dalam memberikan proses pendidikan sekaligus pembentukan kepada para murid maupun warga yang berada di bawah naungannya.

Beliau Ayah Raga Satrio Nurtoyani berhasil sukses mencapai semua itu pula yang dicapai oleh Bapak Nurseno SP Utomo sehingga Ayah Raga Satrio Nurtoyani berhasil menjadi salah satu murid maupun warga Bapak Nurseno SP Utomo yang paling berprestasi unggul terkait hal itu dimana hal itu adalah visi pencapaian yang sebenarnya ditujukan sebagai hasil pendidikan sekaligus pembentukan utama di Paguron Candradimuka Sunda Besar Syahbandar Kari Madi sekaligus Keraton Kerajaan Purbanagara Kandang Weusi dimana saya pribadi menggelari gelar untuk dikenal oleh para murid maupun warga yang berada di bawah naungan Ayah Raga Satrio Nurtoyani dengan gelar Beliau adalah Pamenang Kediri Sejati, Penasihat Detak Alam, Kanjeng Ratu Raga Satrio Nurtoyani Diningrat.

Penasihat Detak Alam, Pamenang Kediri Sejati, Kanjeng Ratu Raga Satrio Nurtoyani Diningrat

Foto Pamenang Kediri Sejati, Penasihat Detak Alam, Kanjeng Ratu Raga Satrio Nurtoyani Diningrat

Beliau Bapak Nurseno SP Utomo dengan seluruh pencapaian dan implementasi diri beserta kehidupannya, layak, pantas juga patut kita semua akui sebagai sosok salah satu Satrio Piningit yang diramalkan kemunculannya oleh Para Leluhur Besar Nusantara Indonesia khususnya di Pulau Jawa khususnya di Tanah Pasundan atau Sunda Wiwaha yang saat ini dikenal dengan nama Propinsi Jawa Barat di Negara Kesatuan Republik Indonesia dimana Satrio Piningit itu bermakna Satria yang selama ini disembunyikan keberadaannya selama proses pembentukannya namun pada akhirnya perlu dimunculkan untuk memberlangsungkan perubahan besar ini untuk Spesies Atau Umat Manusia dimulai dari area lokalnya hingga regional hingga nasional hingga internasional.

Kanjeng Ratu Raga Satrio Nurtoyani Diningrat Pamenang Kediri Sejati Penasihat Detak Alam

Foto Pamenang Kediri Sejati, Penasihat Detak Alam, Kanjeng Ratu Raga Satrio Nurtoyani Diningrat

Ayah Raga Satrio Nurtoyani beserta seluruh Ratu (Wakil/Utusan) Bapak Nurseno SP Utomo lainnya yang juga adalah para murid sekaligus warga Bapak Nurseno SP Utomo yang telah maupun akan berhasil sukses mencapai semua itu termasuk Manusia manapun yang juga sukses mencapai semua itu lalu merapat bersatu dengan mereka semua, sesungguhnyalah mereka semua layak, pantas juga patut disebut sebagai Para Ratu Adil yaitu Para Wakil/Utusan yang mendukung seoptimalnya Sang Satrio Piningit dimana mereka semua pun sesungguhnyalah bagian dari Satrio Piningit itu pula untuk mewujudkan keadilan di muka Bumi ini untuk seluruh Spesies Atau Umat Manusia terkait KESEPAKATAN KEPEMILIKAN, KEMANUSIAAN, KESEMESTAAN & KENIKMATAN sesuai dengan KESEPAKATAN TAKDIR SKENARIO PROGRAM RANCANGAN PERMAINAN DIRI DAN KEHIDUPAN SPESIES ATAU UMAT MANUSIA DI MUKA BUMI UNTUK SEKIAN ABAD sebagaimana yang di atas tadi telah saya sampaikan.

Penerapan dari kesadaran tersebut adalah benar-benar nyata menerapkan BERSYUKUR = MENIKMATI MOMEN DAN AKTIFITAS + MENYADARI BAHWA SEMUA ADALAH WUJUD-NYA + BERBAGI DENGAN SESAMA WUJUDNYA bukan sekedar dipahami, diyakini apalagi diragukan!

Gambaran Bidadari Diri & Kehidupan Spesies Atau Umat Manusia Di Surga Bumi Alam Semesta Jagad Raya

Visi kita semua bersama adalah terwujudnya Peradaban Kehidupan Surga Kekal Abadi untuk Spesies Atau Umat Manusia tanpa terkecuali di muka Bumi Alam Semesta Jagad Raya yang biasa disebut oleh Bapak Nurseno SP Utomo dengan istilah Sawarga Maniloka.

Sesungguhnyalah neraka dan surga itu keberadaannya adalah di muka Bumi Alam Semesta Jagad Raya ini dimana setiap Manusia yang selama ini mengalami kematian raga sesungguhnya terlahir kembali terhidupkan kembali di muka Bumi ini untuk melanjutkan penyempurnaan sekaligus pemparipurnaan perjalanan diri beserta kehidupannya dimana hal ini sesungguhnya di-siloka-kan dengan beragam perumpamaan yang ada pada berbagai macam jenis ajaran dari bervariasi budaya spiritual sekaligus ajaran dari bervariasi spiritualitas agama namun selama ini kebanyakan orang gagal tafsir terkait hal itu.

Salah satu misi kita bersama untuk mewujudkan visi itu adalah menebarkan seluas-luasnya kepada sesama kesadaran global universal ini sebagaimana yang kita lakukan salah satunya melalui situs web www.inti.global milik kita bersama ini tentu saja dimulai dari kesadaran diri kita sendiri terlebih dahulu.

Gambaran Para Bidadari Di Surga Bumi Alam Semesta Jagad Raya Binaan Diri & Kehidupan Spesies Atau Umat Manusia

Sejak tahun 2006 Masehi silam, saya pribadi telah ditakdirkan untuk bergabung dengan Pergerakan Agung Nan Mulia Bapak Nurseno SP Utomo beserta Ayah Raga Satrio Nurtoyani dll di Paguron Candradimuka Sunda Besar Syahbandar Kari Madi yang telah dimunculkan sejak tahun 1998 Masehi yang kemudian pada tahun 2014 Masehi dimunculkan kembali pula Keraton Kerajaan Purbanagara Kandang Weusi.

Selaku Guru saya, Beliau Bapak Nurseno SP Utomo & selaku Ratu (Wakil/Utusan) Bapak Nurseno SP Utomo yang menaungi saya, Beliau Ayah Raga Satrio Nurtoyani telah mendidik sekaligus membentuk diri juga kehidupan saya selama bertahun-tahun untuk mencapai pula hal yang telah Mereka capai sehingga saya pribadi pun saat ini berada dalam implementasi penerapan kesadaran global universal tersebut.

Saya menganggap Beliau Bapak Nurseno SP Utomo sebagai Bapak Sejati bagi diri dan kehidupan saya.

Gambaran Sepasang Kekasih Diri & Kehidupan Spesies Atau Umat Manusia Di Surga Bumi Alam Semesta Jagad Raya

Saya menganggap Beliau Ayah Raga Satrio Nurtoyani sebagai Ayah Sejati yang juga bagaikan Bunda Sejati pula bagi diri dan kehidupan saya.

Tentu saja tanpa mengurangi rasa sayang sekaligus hormat kepada Bapak & Ibu Kandung saya yang telah berjasa melahirkan sekaligus membesarkan saya.

Saya pun menganggap Anda semua bukan sekedar sebagai sahabat tapi sebagai saudara karena memang sesungguhnyalah kita semua sedarah dari Mahkluk Hidup Yang Dahulu Kala Pertama Kali Ada yang biasa disebut dengan nama AMA Syahbandar Kari Madi oleh Bapak Nurseno SP Utomo.

Semua yang usianya di atas saya, saya anggap sebagai Kakanda saya dan semua yang usianya di bawah saya, saya anggap sebagai Adinda saya.

Manusia-Manusia yang telah lebih dulu benar-benar nyata menerapkan BERSYUKUR = MENIKMATI MOMEN DAN AKTIFITAS + MENYADARI BAHWA SEMUA ADALAH WUJUD-NYA + BERBAGI DENGAN SESAMA WUJUD-NYA siap membantu semua yang belum benar-benar menerapkannya karena gagal tafsir dll penyebab lainnya terkait maksud yang sesungguhnya!

Logo Paguron Candradimuka Sunda Besar Syahbandar Kari Madi

Berkat Beliau Bapak Nurseno SP Utomo & Ayah Raga Satrio Nurtoyani juga karena peranan semuanya tanpa terkecuali, saya menjadi salah satu sosok ketiga yang telah berhasil sukses mencapai kesadaran global universal ini.

Sejak tahun 2012 Masehi silam, Beliau Bapak Nurseno SP Utomo menganugerahi saya gelar Putra Pangeran Detak Alam Semesta yang selama ini seringkali disingkat Pangeran Detak Alam.

Lambang Keraton Kerajaan Purbanagara Kandang Weusi

Beliau Bapak Nurseno SP Utomo pun mengangkat saya menjadi Ratu (Wakil/Utusan) Global Universal Beliau untuk area lokal hingga regional hingga nasional hingga internasional bersama dengan Pamenang Kediri Sejati, Penasihat Detak Alam, Kanjeng Ratu Ayah Raga Satrio Nurtoyani Diningrat beserta Permaisurinya yakni Penasihat Detik Alam, Kanjeng Ratu Bunda Zeni E. Dewi Larasati Diningrat dll yang telah maupun akan bergabung di Keratuan (Perwakilan/Utusan) Global Universal Paguron Candradimuka Sunda Besar Syahbandar Kari Madi juga Keraton Kerajaan Purbanagara Kandang Weusi.

Saya pribadi dikenal dengan gelar lengkap di Perguruan sekaligus Kerajaan ini yaitu Pangeran Detak Alam, Kanjeng Ratu Aditya N. A Diningrat.

Diri & Kehidupan Spesies Atau Umat Manusia Di Alam Semesta Jagad Raya Adalah Wujud Allah

Angka Arab 81 dan 18 yang ada di kedua telapak tangan kita semua, bila dijumlah sama dengan 99 dan nominal angka 99 identik dengan istilah 99 Asmaul Husna yang dalam ajaran spiritualitas agama Islam bermakna 99 Nama Allah.

Hal itu membuktikan bahwa nama-nama alias sifat-sifat Sang Sumber Sekaligus Inti Seluruh Kehidupan Bumi/Dunia Alam Semesta Jagad Raya sesungguhnya ada pada diri seluruh Manusia sebagai Perwakilan Wujud Nyata-Nya di muka Bumi.

Penasihat Detik Alam Kanjeng Ratu Zeni E. Dewi Larasati Diningrat

Foto Penasihat Detik Alam, Kanjeng Ratu Zeni E. Dewi Larasati Diningrat

Bahkan bila kita bentuk jari-jemari di telapak tangan kita membentuk simbol ?? maka dengan teramat sangat jelas kita semua akan menemukan sekaligus menyadari bahwa sesungguhnya telapak tangan kita berbentuk lafadz Allah sebagai bukti pula bahwa kita semua Manusia adalah Perwakilan Wujud Nyata Sang Sumber Sekaligus Inti Seluruh Kehidupan Di Bumi/Dunia Alam Semesta Jagad Raya tanpa terkecuali.

Angka Arab di sini bukan berarti kita menyatakan bahwa hanya Bangsa Arab yang unggul.

Begitupun kita di sini tidak menyatakan bahwa ajaran spiritualitas agama Islam sebagai satu-satunya agama yang baik dan benar ataupun unggul.

Itu semua hanyalah simbol pertanda saja yang disesuaikan dengan fakta bahwa ajaran spiritualitas agama yang terakhir diadakan secara sah lalu mendominasi peradaban kehidupan Manusia khususnya di Nusantara Indonesia selama ini adalah ajaran spiritualitas agama Islam yang dahulu kala dimunculkan di jazirah Arab melalui sosok Rasulullah Nabi Muhammad SAW yang siloka-siloka ataupun perumpamaan-perumpamaan pada ajarannya selama ini telah banyak orang yang gagal menafsirkannya tepat sasaran dan kita semua bersama saat ini juga ke depan akan bersama-sama menyempurnakan sekaligus memparipurnakannya dimana Sang Rasul atau Nabi pun dahulu kala sempat menyatakan bahwa di akhir zaman nanti akan ada yang menyempurnakannya sekaligus memparipurnakannya dimana sesungguhnyalah perlu kita sadari bersama saat ini bahwa akhir zaman itu bukanlah bermakna kiamat, namun sesungguhnya bermakna awal dari sebuah zaman baru.

Kesadaran bersama Kita semua mayoritas Manusia secara global universal atas semua ini adalah awal mula terwujudnya keadilan Peradaban Kehidupan Surga di muka Bumi untuk Spesies Atau Umat Manusia tanpa terkecuali!

69 & Yin Dan Yang Simbol Keseimbangan Diri & Kehidupan Spesies Atau Umat Manusia Di Alam Semesta Jagad Raya

Seluruh ajaran budaya spiritual maupun spiritualitas agama termasuk Sunda Wiwitan, Kejawen, Yahudi, Nasrani, Hindu, Budha, Kong Hu Cu, Tao dll semuanya sesungguhnya sama-sama baik dan benar-benar nyata berasal dari Satu Sumber Sekaligus Inti Segala Sesuatu yang memang sengaja menciptakan sekaligus mengadakan warna-warni pada kehidupan Spesies Atau Umat Manusia sebagai seluruh Perwakilan Wujud-Nya Yang Maha Nyata Indah.

Semua Suku Bangsa pun tanpa terkecuali berhak untuk bersama-sama unggul bersama semua Suku Bangsa lainnya yang ada sebagai sesama Kesatuan Spesies & Umat Manusia.

Yin & Yang Simbol Keseimbangan Surga Bumi Alam Semesta Jagad Raya Pimpinan Diri & Kehidupan Spesies Atau Umat Manusia

Awal dari proses perubahan besar berupa bermunculannya Manusia-Manusia dengan kesadaran global universal tersebut yang ditandai dengan perbedaan sekaligus keterbalikan yang ada di kedua telapak tangan saya, kini telah mulai berakhir eranya karena kita semua telah memasuki fase selanjutnya yaitu awal dari proses terwujudnya Peradaban Kehidupan Surga Kekal Abadi atau Sawarga Maniloka dalam istilah Bapak Nurseno SP Utomo yang disimbolkan dengan simbol ♋ juga ☯ yang melambangkan KESEIMBANGAN SENYAWA, SELARAS & SINERGINYA DIRI DAN KEHIDUPAN SPESIES ATAU UMAT MANUSIA DI MUKA BUMI/DUNIA ALAM SEMESTA JAGAD RAYA yang ditandai sejak awal abad 21 Masehi dengan terlahirnya seorang Manusia berjenis kelamin wanita yang tertakdirkan teranugerahi nominal angka Arab 81 yang seimbang di kedua telapak tangannya, di telapak tangan kiri maupun kanannya, sama-sama bernominal angka Arab 81.

Hal itu ada pada kedua telapak tangan Putri Kandung saya yang bernama A. Putri Aditya yang kini saat risalah ini dibuat masih melalui masa balitanya karena ia terlahir pada hari Sabtu Pon, 28 Juli 2012 Masehi silam.

Gambaran Bidadari Kecil Penerang Keseimbangan Diri & Kehidupan Spesies Atau Umat Manusia Di Alam Semesta Jagad Raya

Bahkan hal itu bisa saja sudah lebih cepat berlangsung bila mungkin saja ada pula orang lain yang lebih dulu lahir dibandingkannya yang mungkin juga mempunyai kesamaan dengannya di kedua telapak tangannya.

Saya pribadi tidak menyatakan bahwa keunikan pada kedua telapak tangan ini hanya ada pada saya ataupun anak kandung saya karena mungkin saja saat risalah ini dibuat, ada juga beberapa orang lain yang teranugerahi takdir keunikan tersebut namun belum dipertemukan saja untuk saat ini karena saya pernah menemukan juga seseorang yang sama kedua telapak tangannya dengan saya yaitu seorang Manusia berjenis kelamin wanita dengan nama Maria EC Kamu.

Keseimbangan Alam Semesta Jagad Raya Pimpinan Diri & Kehidupan Spesies Atau Umat Manusia

Yang sekali lagi saya tekankan di sini bahwa sesungguhnya semua itu hanyalah soal pertanda waktu saja untuk kita semua bersama.

Karena kita semua bersama-sama telah memasuki fase selanjutnya yang ditandakan oleh Sang Kala (Waktu), maka mari bersama-sama kita mulai proses terwujudnya Peradaban Kehidupan Surga Kekal Abadi atau Sawarga Maniloka dalam istilah yang sering diucapkan oleh Bapak Nurseno SP Utomo untuk bersama-bersama mewujudkan KESEIMBANGAN SENYAWA, SELARAS & SINERGINYA DIRI DAN KEHIDUPAN SPESIES ATAU UMAT MANUSIA DI MUKA BUMI/DUNIA ALAM SEMESTA JAGAD RAYA milik kita bersama ini.

Bila kita Manusia telah benar-benar nyata menerapkan maksud sesungguhnya dari BERSYUKUR = MENIKMATI MOMEN DAN AKTIFITAS + MENYADARI BAHWA SEMUA ADALAH WUJUD-NYA + BERBAGI DENGAN SESAMA WUJUD-NYA maka 100% dipastikan bahwa tidak ada satupun Mahkluk Hidup termasuk Alam Semesta Jagad Raya ini yang mampu membahayakan, mencelakai apalagi mematikan kita!

Langkah pertama kita untuk hal tersebut adalah dengan membentengi, menjaga dan melindungi diri kita sendiri dulu dengan benteng penjagaan sekaligus perlindungan otomatis berupa IMPLEMENTASI PENERAPAN ILMU BELADIRI ANTI LARA (SIAL, SAKIT, MARABAHAYA, CELAKA DLL) & ANTI PATI (MATI) yang diterapkan dan ditebarkan selama ini oleh Bapak Nurseno SP Utomo yang telah terbukti nyata selama 20 tahun lebih.

Langkah keduanya lalu adalah turut berperanan menebarkannya kepada sebanyak-banyaknya sesama.

Langkah ketiganya lalu adalah menjadikan diri kita sendiri berpegang teguh pada IMPLEMENTASI PENERAPAN ILMU HIDUP UNTUK BERPERADABAN KEHIDUPAN SURGAWI DI MUKA BUMI yang selama 20 tahun lebih telah diterapkan sekaligus ditebarkan oleh Bapak Nurseno SP Utomo.

Langkah keempatnya lalu adalah turut berperanan menebarkannya pula kepada sebanyak-banyaknya sesama Manusia.

Pangeran Detak Alam Kanjeng Ratu Aditya N A Diningrat

Foto Pangeran Detak Alam, Kanjeng Ratu Aditya N. A Diningrat

Langkah-langkah selanjutnya akan diiringi secara otomatis oleh gerak langkah ternikmat dari Alam Semesta Jagad Raya untuk kita semua Para Manusia selaku Para Khalifah (Pewaris, Pemilik, Penguasa, Pengatur Sekaligus Pengendali) atas Diri Kita Sendiri dan atas Alam Semesta Jagad Raya selaku Kesatuan Perwakilan Wujud Sang Sumber Sekaligus Inti Seluruh Kehidupan Di Bumi/Dunia Alam Semesta Jagad Raya.

Semakin banyak Manusia yang menerapkan implementasi kesadaran sekaligus kepedulian global universal tersebut, maka Alam Semesta Jagad Raya pastilah akan semakin kuat menyertai sekaligus mengiringi dan mendukungnya.

Gambaran Mesra Sepasang Kekasih Diri & Kehidupan Spesies Atau Umat Manusia Di Surga Bumi Alam Semesta Jagad Raya

Paguron Candradimuka Sunda Besar Syahbandar Kari Madi & Keraton Kerajaan Purbanagara Kandang Weusi telah siap totalitas sepenuhnya untuk mewadahi Pergerakan Agung Nan Mulia kita bersama tersebut.

Pergerakan Agung Nan Mulia kita bersama ini bukanlah ajaran budaya spiritual manapun juga bukanlah ajaran spiritualitas agama manapun.

Pergerakan Agung Nan Mulia kita bersama ini adalah Pergerakan Kemanusiaan & Kesemestaan dimana faktanya kita semua apapun status agama, budaya ataupun negaranya, diri kita semua adalah Manusia yang ada dan hidup di muka Bumi/Dunia Alam Semesta Jagad Raya ini bukan mahkluk lain juga bukan di tempat lain.

Bila kita Manusia telah benar-benar nyata menerapkan maksud sesungguhnya dari BERSYUKUR = MENIKMATI MOMEN DAN AKTIFITAS + MENYADARI BAHWA SEMUA ADALAH WUJUD-NYA + BERBAGI DENGAN SESAMA WUJUD-NYA maka 100% terpastikan tidak ada satupun yang tidak ternikmati oleh kita di Alam Semesta Jagad Raya ini sehingga 100% pasti pula tenang, bahagia, selamat, mulia, sukses dan jaya di muka Bumi ini!

Peta Kepulauan Negara Kesatuan Republik Indonesia

Pergerakan Agung Nan Mulia ini dimulai di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia bukan berarti kita menyatakan bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah negara terunggul di atas negara lainnya karena kita semua bersama sepakat pula bahwa semua Negara berhak untuk unggul bersama-sama di muka Bumi.

Gedung Pencakar Langit Menara ESQ 165 Jakarta

Namun ketika kita semua melihat peta Dunia, maka kita akan menemukan sekaligus menyadari pula bahwa satu-satunya Kepulauan di Dunia yang membentuk lafadz Allah juga adalah Kepulauan Nusantara Indonesia ini dimana saat risalah ini dibuat pun, uniknya di Dunia ini hanya ada satu gedung mewah pencakar langit yang ada lafadz Allah sekaligus Masjid di lantai paling atasnya dimana gedung itu pun adanya di Jakarta yang saat risalah ini dibuat masih menjadi Ibukota Negara Kesatuan Republik Indonesia dimana gedung itu tepatnya adalah Menara ESQ 165 dimana semua ini pun adalah pertanda sekaligus siratan petunjuk dari Sang Sumber Sekaligus Inti Seluruhnya atas sesuatu yang terlalu panjang untuk saya kaji semuanya di sini dimana risalah ini daritadi sudah terlalu panjang.

Kanjeng Ratu Aditya N A Diningrat Pangeran Detak Alam

Foto Pangeran Detak Alam, Kanjeng Ratu Aditya N. A Diningrat

Wahai seluruh Sahabat bahkan Saudara/Saudariku sesama Spesies Atau Umat Manusia, mari kita mulai dari Diri Kita Sendiri, dari hal yang terkecil dan dari saat ini juga tanpa penundaan!

Jalaran Energi & Gerak Inti Global Ke Seluruh Diri & Kehidupan Spesies Atau Umat Manusia Di Alam Semesta Jagad Raya

Maka, untuk kita bersama, kita bersama-sama ucapkan: “Selamat menjalankan KESEPAKATAN KEPEMILIKAN, KEMANUSIAAN, KESEMESTAAN & KENIKMATAN sesuai dengan KESEPAKATAN TAKDIR SKENARIO PROGRAM RANCANGAN PERMAINAN DIRI DAN KEHIDUPAN SPESIES ATAU UMAT MANUSIA DI MUKA BUMI UNTUK ABAD INI & SETERUSNYA dengan implementasi penerapan BERSYUKUR = MENIKMATI MOMEN DAN AKTIFITAS + MENYADARI BAHWA SEMUA ADALAH WUJUD-NYA + BERBAGI DENGAN SESAMA WUJUD-NYA mewujudkan KESEIMBANGAN SENYAWA, SELARAS & SINERGINYA DIRI DAN KEHIDUPAN SPESIES ATAU UMAT MANUSIA DI MUKA BUMI/DUNIA ALAM SEMESTA JAGAD RAYA berbekal IMPLEMENTASI PENERAPAN ILMU BELADIRI ANTI LARA (SIAL, SAKIT, MARABAHAYA, CELAKA DLL) & ANTI PATI (MATI) juga berbekal IMPLEMENTASI PENERAPAN ILMU HIDUP UNTUK BERPERADABAN KEHIDUPAN SURGAWI DI MUKA BUMI yang diwadahi oleh Paguron Candradimuka Sunda Besar Syahbandar Kari Madi juga Keraton Kerajaan Purbanagara Kandang Weusi binaan sekaligus pimpinan Bapak Nurseno SP Utomo yang diwakili oleh Para Ratu (Wakil/Utusan) Global Universal Beliau yang tersebar di muka Bumi.”

Putra Pangeran Detak Alam Semesta Kanjeng Ratu Aditya N A Diningrat

Pangeran Detak Alam, Kanjeng Ratu Aditya N. A Diningrat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *